Jalan Nasional dari Lubuk Selasih, Kabupaten Solok hingga menuju daerah Solok Selatan saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Kondisi jalan sepanjang 170 km itu semakin rusak, ada yang tergolong rusak ringan dan sedang, namun tidak sedikit juga dalam kondisi rusak parah. Jalan tersebut sampai saat ini belum juga mendapat perbaikan dari Pemerintah Pusat dan Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional Wilayah Sumbar.
“Kita mohonkan kepada Tim Provinsi, supaya kondisi jalan nasional yang kami lalui saban hari ini disampaikan ke pak Gubernur. Solok Selatan sudah dikenal sebagai daerah Seribu Rumah Gadang, lalu kini juga dikenal sebagai daerah seribu lubang jalan, luar biasa,” kata Bupati di Masjid al-Mukhlisin, Jorong Mudiak Lawe Nagari Sako Utara Pasir Talang Kecamatan Sungai Pagu saat mendampingi Tim Safari Ramdhan (TSR) Provinsi Sumbar saat bersilahturahmi ke daerah tersebut, rabu.
Selain itu, dengan rusaknya kondisi jalan nasional itu, nantinya akan berpengaruh terhadap proses memajukan pariwisata yang tengah digembor-gemborkan oleh pihaknya saat ini.
“Hal ini sudah tak terhitung lagi kami sampaikan, selain berpengaruh pada kemajuan pariwisata juga akan menjadi mimpi buruk lagi bagi masyarakat Solsel terkait dalam waktu dekat Sumatera Barat akan mengahadapi event Tour de Singkarak (TdS) dimana tahun lalu batal diadakan di Solsel lantaran jalan nasional yang akan dilalui peserta TdS yang merupakan akses ke Solok Selatan rusak dan belum diperbaiki,” ungkapnya.
Event TdS ke 9 tahun 2017 sebutnya, disepakati akan digelar 10 sampai 18 Oktober mendatang. Kesempatan Solok Selatan untuk dapat dilewati iven internasional ini semakin tipis jika perhatian pemerintah pusat untuk jalan Lubuk Selasih Kabupaten Solok menuju Padang Aro, perbaikannya tidak juga dikebut dari sekarang.
“Jadwal ini juga sudah disesuaikan dengan agenda perlombaan di Union Cycliste Internationale (UCI). Ada 9 etape yang disepakati, Solok Selatan sendiri berada di etape 6 Kota Solok – Padang Aro Solok Selatan dengan jarak tempuh 140 km. Untuk itu, kami Solok Selatan sangat berharap pihak berwenang dapat segera memperbaikinya,” katanya.
Sementara, Kabiro Bina Mental dan Kesra, Sekda Provinsi Sumbar, Syahril mengatakan dalam keadaan seperti ini, apa yang disampaikan Bupati termasuk pesan Walinagari Sako Utara Pasir Talang ini dilaporkan ke Gubernur supaya bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
“Kami bersama rombongan dari Provinsi telah merasakan bagaimana rasanya menempuh jalan rusak itu untuk sampai ke sini. Nanti hal ini akan kami sampaikan kepada Gubernur Sumbar,” sebutnya.
Ia menjelaskan, untuk sungai Batang Lawe di Nagari Sako Utara Pasir Talang yang diketahui mulai agak rawan seperti yang disampaikan Walinagarinya, dan dengan menimbang musim hujan nantinya yang berpotensi merusak nagari. Untuk mencegah itu, nanti juga akan ditinjau dan tindaklanjuti
0 Comments:
Posting Komentar